Articles by "BISNIS AYAM PETELUR"
Tampilkan postingan dengan label BISNIS AYAM PETELUR. Tampilkan semua postingan
Peternakan Ayam dan Perkembangannya di Indonesia
Peternakan Ayam – Ayam merupakan salah satu jenis unggas dan hewan ternak yang paling populer di Indonesia. Tidak hanya di Indonesia, tetapi juga hampir merata di seluruh dunia. Masakan dengan olahan berbahan dasar ayam akan dengan sangat mudah ditemukan di manapun.
Jika dilihat secara demografi, Indonesia yang memiliki penduduk kurang lebih 250 juta jiwa ini setiap tahunnya terus mengalami peningkatan angka untuk konsumsi daging terutama daging ayam. Meskipun pola konsumsinya masih sangat rendah jika dibandingkan dengan negara-negara Asia Tenggara lainnya, Indonesia memiliki tren daya beli masyarakat kedepan yang semakin meningkat menyesuaikan pendapatan masyarakat, gaya hidup, pola konsumsi maupun tingkat pendidikan yang semakin menyadari akan pentingnya mengkonsumsi makanan yang memiliki nilai gizi yang baik.
Industri peternakan ayam sendiri menjadi salah satu industri peternakan yang cukup memiliki prospek yang sangat cerah. Ayam bisa dimanfaatkan menjadi berbagai olahan makanan yang berasal dari daging, telur, maupun bagian tubuh ayam lainnya.
Lalu, apa saja jenis ayam ternak yang sering dikembang-biakkan di Indonesia?

Jenis Peternakan Ayam

Ayam Breeder

Ayam breeder adalah salah satu ayam pembibit yang salah satu usaha peternakan yang memelihara ayam indukan (parent stock) untuk menghasilkan bibit yang baik atau ayam indukan yang menghasilkan telur tetas. Ayam breeder ini bisa disebut sebagai ayam pembibit. Ayam jenis ini nantinya akan menghasilkan telur tetas sesuai standar dan kualitas yang baik apabila dipelihara dengan prinsip manajemen pemeliharaan yang benar.
Ayam breeder ini memiliki peran yang cukup penting karena ayam dengan produktivitas tinggi diperoleh dari bibit yang baik. Maka dari itu ayam breeder harusnya berasal dari bibit terbaik.
Tujuan utama dari ayam breeder ini adalah untuk mencetak bibit-bibit ayam yang unggul. Langkah yang harus dilakukan adalah dengan melakukan seleksi indukan yang akan dibiakkan. Indukan akan menjadi kunci penting karena akan menghasilkan sifat anakan yang dihasilkan. Prinsip sederhananya adalah indukan yang baik akan menghasilkan keturunan yang baik.

Ayam Broiler

Ayam broiler atau yang disebut ayam ras pedaging adalah salah satu jenis ras unggulan yang berasal dari persilangan bangsa-bangsa ayam yang memiliki daa produktivitas tinggi, terutama dalam memproduksi daging ayam. Ayam broiler merupakan hasil perkawinan silang dan sistem berkelanjutan yang membuat mutu genetiknya bisa dikatakan baik.
Ayam broiler merupakan ternak paling ekonomis jika dibandingkan dengan ternak lainnya. Kelebihan dari ayam jenis ini adalah kecepatan pertambahan atau produksi daging dalam waktu yang relatif cepat dan singkat dengan waktu 4 sampai 5 minggu produksi daging sudah bisa dipasarkan maupun dikonsumsi. Keunggulan ayam broiler lainnya adalah pertumbuhannya yang sangat cepat dengan bobot badan yang tinggi dalam waktu yang relatif pendek, konversi pakan kecil, siap dipotong pada usia muda serta menghasilkan kualitas daging berserat lunak.
Perkembangan yang cukup pesat dari ayam ras pedaging ini adalah upaya untuk mengimbangi kebutuhan masyarakat terhadap daging ayam. Perkembangan ini juga harus didukung oleh penguatan industri hilir seperti perusahaan pembibitan ayam (Breeding Farm).

Ayam Layer

Ayam layer adalah salah satu jenis ayam petelur. Berbeda dengan ayam broiler, ayam petelur ini dimanfaatkan dan dikembangbiakkan untuk diambil telurnya. Ayam jenis ini menghasilkan telur yang dapat dibudidayakan maupun dijual. Hal ini diakibatkan kebutuhan akan telur yang terus meningkat.
Sama seperti ayam pedaging, ayam petelur ini dimanfaatkan telurnya untuk menjadi salah satu bahan olahan yang biasa dikonsumsi oleh masyarakat.
Ada dua kelompok ayam petelur yaitu ayam petelur tipe medium dan ayam petelur tipe ringan. Ayam tipe medium adalah ayam yang memiliki berat badan antara ayam tipe ringan dan ayam tipe berat. Ciri-ciri ayam tipe medium adalah 1) ukuran badan lebih besar dan lebih kokoh daripada ayam tipe ringan, serta berperilaku tenang; 2) timbangan badan lebih berat daripada ayam tipe ringan karena jumlah daging dan lemaknya lebih banyak; 3) otot-otot kaki dan dada lebih tebal; 4) produksi telur cukup tinggi dengan kulit telur tebal dan berwarna cokelat.
Setelah mengetahui jenis ayam yang biasa menjadi ternak, sekarang mari kita bahas jenis-jenis kandang ayam yang ada di Indonesia.

Jenis Kandang Ternak Ayam

Kandang ayam merupakan salah satu dari penentu keberhasilan dalam beternak. Karena jika ada kesalahan dalam konstruksi kandang akan berakibat fatakl yang berujung adanya kerugian bagi peternak. Oleh karena itu, tidak sedikit peternak yang rela mengeluarkan biaya yang tak sedikit hanya untuk melakukan desain yang sesuai standar pada kandangnya.
Kandang ayam terbaik itu sendiri dapat dilihat dari jenisnya yang dapat dibedakan berdasarkan tipe dinding, bentuk lantai, tipe pada atap dan cara pemeliharaannya. Jenis kandang berdasarkan tipe dinding dapat dibedakan menjadi kandang terbuka (Open House), Kandang semu tertutup (semi closed house), dan kandang tertutup (Closed House).

Kandang Open House

Kandang ayam open house adalah salah satu kandang yang biasa disebut dengan kandang ayam sistem terbuka. Kandang ayam jenis dinding ini biasanya menggunakan bambu sebagai bahan dasar kandang yang disusun secara sejajar dan vertikal atau menggunakan kawat ram yang membuat sirkulasi udara menjadi lebih baik.
Kandang jenis memiliki keuntungan yaitu memiliki biaya yang relatif rebih murah jika dibandingkan dengan kandang tertutup. Hal ini karena material yang digunakan pun cukup mudah didapatkan.
Kelemahan dari jenis kandang terbuka ini adalah sulit mencapai suhu normal yang dibutuhkan oleh ayam yaitu 21 sampai 27 derajat dan kelembapannya hanya berkisar pada angka 60%. Selain itu, kandang ini juga bisa menimbulkan polusi udara yang dihasilkan dari ayam yang manajemen kandangnya tidak baik.

Kandang Ayam Closed House

Kandang ayam closed house atau yang biasa dikenal dengan kandang ayam dinding tertutup ini merupakan jenis kandang ayam yang menggunakan dinding yang tertutup rapat dengan dipadukan teknologi yang saat ini sedang berkembang. Dengan menggunakan sistem ini, pengontrolan udara pada kandang full menggunakan teknologi.
Standar Mutu Baja SNI
Standar mutu baja yang digunakan untuk sebuah kandang ayam harus sesuai dengan Mutu Baja SNI. Kandang yang menggunakan baja yang sesuai SNI sudah tidak bisa diragukan lagi kualitasnya karena melewati beberapa tahap uji coba hingga sesuai dengan standar yang telah ditentukan.
Struktur Lebih Ringan
Dengan penggunaan rangka baja ringan dalam pembangunan kandang ayam membuat bangunan kandang memiliki struktur yang lebih ringan jika dibandingkan dengan menggunakan struktur rangka dari baja maupun kayu.
Konstruksi Baja Anti Karat
Baja ringan yang digunakan merupakan baja anti karat yang dilapisi coating zinc dan ada juga yang dilapisi alumunium.
Kerapihan dan Presisi Tinggi
Proses yang dilalui ini sudah melalui beberapa tahapan yang dimulai dari pendesainan, proses pemotongan di pabrik, hingga pemasangan di lapangan. Proses yang sudah dilalui ini akan membuat pengerjaan di lapangan menghasilkan tingkat kerapihan dan presisi yang tinggi
Ayam Lebih Sehat, Nyaman, dan Tenang
Ayam yang sehat di kandang tentu akan menambah hasil dari panen nantinya. Maka dari itu diperlukan kondisi kandang ayam yang nyaman dan tenang didukung dengan kondisi lingkungan di dalam kandang yang sehat dengan sirkulasi udara yang baik.
Mengatur Sirkulasi Udara, Suhu, dan Kelembapan
Kandang dinding tertutup tentu membutuhkan sirkulasi udara yang baik untuk mengatur suhu dan kelembapan yang bisa di sesuaikan. Cooling pad menjadi pilihan untuk membuat sirkulasi udara di kandang itu semakin baik yang tentunya akan membuat kondisi ayam di dalam kandang lebih baik
Hemat Energi
Konsep hemat energy yang ditawarkan ini menjadi konsep yang belum ada dari produsen kandang ayam lainnya. Mesikpun banyak menggunakan teknologi, penggunaannya tidak akan menambah beban pengeluaran pada energy yang ada di kandang.
Biaya Operasional Rendah
Efisiensi biaya yang rendah membuat para peternak bisa dengan fokus untuk mengembangkan usaha ternakny karena biaya operasionalnya yang rendah.
IP Akhir Tinggi
Index Performance menjadi sebuah hasil yang bisa menentukan keberhasilan dari suatu usaha, terutama peternakan. Sehingga dibutuhkan IP akhir yang tinggi untuk mencapai target saat panen.
Produktifitas Meningkat
Dengan didukung oleh teknologi, kenyamanan, dan pola pemberian makan ternak yang teratur akan membuat produktifitas ayam meningkat karena di dalam kandang kondisi ayam lebih banyak yang sehat.
Mortality Sangat Rendah
Mortality merupakan saka angka kematian dari ayam ternak itu sendiri. Semakin rendah nilai mortalitynya maka akan semakin tinggi dan meningkat tingkat produktifitasnya
Kebocoran Minimal
Untuk mendukung angka produktifitas yang tinggi dengan mortality rendah, atap kandang ayam harus di rancang kokoh untuk melewati berbagai rintangan dari cuaca. Dengan atap yang kokoh akan meminimalisir kebocoran.
Garansi Desain Struktur 10 Tahun
Garansi menjadi salah satu jaminan yang cukup penting untuk mendukung usaha anda. Dengan jangka waktu garansi yang cukup panjang, anda tidak perlu khawatir saat menjalankan bisnis.
Kapasitas Lebih Besar & Tahan Lama
Dengan 3 tipe pilihan dan dapat menampung hingga 60.000 lebih ekor ayam maka sudah dapat dipastikan bahwa kandang ayam yang dipilih ini memiliki kapasitas yang lebih besar dan memiliki kekuatan yang tahan lama
Free Maintenance
Ke khawatiran dari pengusaha yang sering muncul adalah soal perawatan. Hal ini akan mengakibatkan bertambahnya pengeluaran untuk sekali perawatan.
Mudah di Bongkar Pasang & Customized
Selain perawatan, kekhawatiran selanjutnya adalah bagaimana jika ingin mengembangkan usaha yang sudah ada. Hal ini juga dapat mengakibatkan akan keluarnya biaya extra jika anda ingin melakukan renovasi. Tidak perlu khawatir renovasi secara keseluruhan, karena kandang ayam starcon dapat di bongkar pasang dan customized.
Ternak ayam itu sendiri memiliki prospek yang cukup tinggi. Hal ini dilihat dari kebutuhan masyarakat akan ayam di pasaran yang semakin meningkat. Memiliki peternakan ayam dengan managemen yang baik akan memengaruhi hasil akhir dari ternak tersebut.
Sumber: Google
Dampak Pemanasan Global Terhadap Perunggasan
Dampak Pemanasan Global Terhadap Perunggasan – Cuaca panas ekstrem saat ini sudah terjadi hampir di seluruh negara. Perubahan iklim yang sangat signifikan ini disebut-sebut imbas dari pemanasan global. Beberapa berita yang berasal dari berbagai negara, bahkan suhu beberapa kota di Eropa telah mencapai suhu lebih dari 40°C. Bahkan berita terbaru dari beberapa sumber menyebutkan bahwa kebakaran hutan yang terjadi di Amazon adalah dampak dari kekeringan yang sedang melanda.
Peningkatan suhu menurut situs sciencenews.org, menyebutkan bahwa ini terjadi di beberapa negara Eropa seperti Jerman, Swiss, Italia, Spanyol, Belanda, dan Prancis yang diyakini sebagai akibat dari pemanasan global. Perubahan cuaca yang cukup ekstrim ini tidak hanya berdampak pada kehidupan manusia, tetapi juga akan berpengaruh pada seluruh makhluk hidup yang ada di bumi, tak terkecuali unggas.
Unggas sebagai sumber protein hewani dari produksi telur dan dagingnya bagi manusia akan mengalami hambatan dengan adanya cuaca panas yang cukup ekstrem ini. Berdasarkan penelitian dari Seo dan Mendelsohn yang berjudul The Impact of Climate Change on Livestock Management in Africa: A Structural Ricardian Analysist, mengungkapkan bahwa pemanasan global berdampak negatif pada peternakan unggas. Cuaca panas ekstrim dapat menyebabkan hilangnya keuntungan yang berasal dari hewan yang diternakkan. Seperti diketahui, performa unggas sangat dipengaruhi oleh kenyamanan lingkungan kandang, terutama terkait dengan suhu.
Pemanasan global yang terjadi di bumi ini perlu diwaspadai bukan hanya oleh konsumen saja, tetapi juga oleh seluruh peternak yang memang bergelut dalam bisnis yang berkaitan dengan unggas. Pemasan global yang terjadi diakibatkan oleh berbagai aktivitas manusia. Pemanasan global akan menjadi tantangan bagi para peternak ayam komersial, mengingat ayam juga memiliki sifat yang cukup sensitif terhadap perubahan cuaca.
Serangan cuaca ekstrim ini akan berpengaruh pada pola perilaku unggas yang berubah menjadi tidak normal, menurunkan produksi telur harian, memperlambat pertumbuhan, angka kematian yang meningkat karena rusaknya imunitas ayam, biaya produksi meningkat, dan berdampak pada kerugian ekonomi yang dialami oleh peternak. Selain itu, ada penelitian lain yang menyebutkan bahwa perubahan cuaca secara ekstrim ini berpengaruh terhadap persebaran penyakit hewan secara global. Perubahan iklim juga memiliki potensi meningkatkan jumlah serangga pembawa penyakit yang akan berpengaruh negatif terhadap keanekaragaman hayati

Langkah Antisipasi Dampak Pemanasan Global Terhadap Perunggasan

Cuaca ekstrem yang terjadi hampir diseluruh belahan bumi ini juga terdapat beberapa faktor kunci untuk mengatasi cuaca panas ekstrem bagi peterakan unggal. Hal ini berdasarkan pada peneliti ICAR yang mengatakan bahwa cara-cara yang dapat dilakukan oleh para peternak adlaahy dengan mengoptimalkan manajemen fisik kandang seperti desain dan lokasi bangunan, ventilasi, perairan, dan pemilihan atap, memerhatikan nutrisi unggas dengan memberi pakan degan campuran seperti vitamin, mineral, probiotik, prebiotik, minyak esensial dan anti-oksidan, serta memerhatikan suplemen yang diberikan melalui air minum ayam.
Menjaga kenyamanan unggas juga menjadi hal yang penting untuk diperhatikan saat cuaca panas mulai menerpa. Semakin banyak gerakan yang ditimbulkan ayam, maka akan semakin naik suhu tubuh.
Kemajuan teknologi saat ini menghadirkan sebuah inovasi yang dapat membuat ayam di dalam kandang. Teknologi kandang closed house. Hadirnya kandang closed house ini dapat menyesuaikan kebutuhan para peternak. Kandang jenis ini juga disesuaikan untuk kebutuhan ayam-ayam ternak dan disesuaikan dengan kebutuhan ayam. Kandang jenis ini juga dapat menciptakan kenyamanan di dalam maupun luar kandang yang didukung dengan konsep green farming yang membuat area di sekitar kandang juga tidak gersang.
Bagi para peternak, informasi yang didapatkan untuk ternaknya juga harus terus diperbaharui menyesuaikan inovasi terbaru. Dengan mengikuti kemajuan teknologi yang ada tentu akan memudahkan peternak dalam menghadapi kendala yang akan dihadapi.
Artikel ini diolah dari Poultry Indonesia Magazine. Edisi Agustus 2019.
Sumber: Google
Dampak Pemanasan Global Terhadap Perunggasan
Dampak Pemanasan Global Terhadap Perunggasan – Cuaca panas ekstrem saat ini sudah terjadi hampir di seluruh negara. Perubahan iklim yang sangat signifikan ini disebut-sebut imbas dari pemanasan global. Beberapa berita yang berasal dari berbagai negara, bahkan suhu beberapa kota di Eropa telah mencapai suhu lebih dari 40°C. Bahkan berita terbaru dari beberapa sumber menyebutkan bahwa kebakaran hutan yang terjadi di Amazon adalah dampak dari kekeringan yang sedang melanda.
Peningkatan suhu menurut situs sciencenews.org, menyebutkan bahwa ini terjadi di beberapa negara Eropa seperti Jerman, Swiss, Italia, Spanyol, Belanda, dan Prancis yang diyakini sebagai akibat dari pemanasan global. Perubahan cuaca yang cukup ekstrim ini tidak hanya berdampak pada kehidupan manusia, tetapi juga akan berpengaruh pada seluruh makhluk hidup yang ada di bumi, tak terkecuali unggas.
Unggas sebagai sumber protein hewani dari produksi telur dan dagingnya bagi manusia akan mengalami hambatan dengan adanya cuaca panas yang cukup ekstrem ini. Berdasarkan penelitian dari Seo dan Mendelsohn yang berjudul The Impact of Climate Change on Livestock Management in Africa: A Structural Ricardian Analysist, mengungkapkan bahwa pemanasan global berdampak negatif pada peternakan unggas. Cuaca panas ekstrim dapat menyebabkan hilangnya keuntungan yang berasal dari hewan yang diternakkan. Seperti diketahui, performa unggas sangat dipengaruhi oleh kenyamanan lingkungan kandang, terutama terkait dengan suhu.
Pemanasan global yang terjadi di bumi ini perlu diwaspadai bukan hanya oleh konsumen saja, tetapi juga oleh seluruh peternak yang memang bergelut dalam bisnis yang berkaitan dengan unggas. Pemasan global yang terjadi diakibatkan oleh berbagai aktivitas manusia. Pemanasan global akan menjadi tantangan bagi para peternak ayam komersial, mengingat ayam juga memiliki sifat yang cukup sensitif terhadap perubahan cuaca.
Serangan cuaca ekstrim ini akan berpengaruh pada pola perilaku unggas yang berubah menjadi tidak normal, menurunkan produksi telur harian, memperlambat pertumbuhan, angka kematian yang meningkat karena rusaknya imunitas ayam, biaya produksi meningkat, dan berdampak pada kerugian ekonomi yang dialami oleh peternak. Selain itu, ada penelitian lain yang menyebutkan bahwa perubahan cuaca secara ekstrim ini berpengaruh terhadap persebaran penyakit hewan secara global. Perubahan iklim juga memiliki potensi meningkatkan jumlah serangga pembawa penyakit yang akan berpengaruh negatif terhadap keanekaragaman hayati

Langkah Antisipasi Dampak Pemanasan Global Terhadap Perunggasan

Cuaca ekstrem yang terjadi hampir diseluruh belahan bumi ini juga terdapat beberapa faktor kunci untuk mengatasi cuaca panas ekstrem bagi peterakan unggal. Hal ini berdasarkan pada peneliti ICAR yang mengatakan bahwa cara-cara yang dapat dilakukan oleh para peternak adlaahy dengan mengoptimalkan manajemen fisik kandang seperti desain dan lokasi bangunan, ventilasi, perairan, dan pemilihan atap, memerhatikan nutrisi unggas dengan memberi pakan degan campuran seperti vitamin, mineral, probiotik, prebiotik, minyak esensial dan anti-oksidan, serta memerhatikan suplemen yang diberikan melalui air minum ayam.
Menjaga kenyamanan unggas juga menjadi hal yang penting untuk diperhatikan saat cuaca panas mulai menerpa. Semakin banyak gerakan yang ditimbulkan ayam, maka akan semakin naik suhu tubuh.
Kemajuan teknologi saat ini menghadirkan sebuah inovasi yang dapat membuat ayam di dalam kandang. Teknologi kandang closed house. Hadirnya kandang closed house ini dapat menyesuaikan kebutuhan para peternak. Kandang jenis ini juga disesuaikan untuk kebutuhan ayam-ayam ternak dan disesuaikan dengan kebutuhan ayam. Kandang jenis ini juga dapat menciptakan kenyamanan di dalam maupun luar kandang yang didukung dengan konsep green farming yang membuat area di sekitar kandang juga tidak gersang.
Bagi para peternak, informasi yang didapatkan untuk ternaknya juga harus terus diperbaharui menyesuaikan inovasi terbaru. Dengan mengikuti kemajuan teknologi yang ada tentu akan memudahkan peternak dalam menghadapi kendala yang akan dihadapi.
Artikel ini diolah dari Poultry Indonesia Magazine. Edisi Agustus 2019.
Sumber: Google
Peternakan Ayam Dihantui CRD (Penyakit Pernafasan Pada Unggas)
Peternakan Ayam Dihantui CRD – CRD atau Chronic Respiratory Diseas saat ini masih menjadi permasalahan utama pada unggas di berbagai negara, terutama negara dengan populasi unggas atau peternakan ayam seperti Indonesia. Permasalahan utama yang diakibatkan oleh salah satu jenis penyakit ini yaitu salah satu penyakit yang mudah menyebar dari satu ayam ke ayam lainnya, satu kandang ke kandang lainnya, bahkan hingga satu flock ke flock lainnya. Dampak besar yang dihasilkan oleh penyakit ini adalah kerugian ekonomi yang bisa cukup besar.
Berdasarkan data yang dihimpun dari OIE pada 2007, CRD masuk kedalam notifiable diseases, artinya adaalh jika terjadi kasus CRD, maka harus segera dilaporkan pada pemerintah untuk segera ditanggulangi. Ada fakta lain yang menyebutkan bahwa kasus CRD merupakan salah satu penyakit yang dapat menekan sistem imun atau imunosupresif.
Penyakit CRD ini disebabkan oleh bakteri Mycoplasma gallisepticum. Memiliki ukuran 0,25-0,50 mikron yang berbentuk pleumorfik, juga terkadang kokoid dan tidak terdapat dinding sel sejati. Bakteri jenis ini termasuk kedalam bakteri gram negatif dan dapat dibiakkan pada telur ayam bertunas.
Penyakit CRD menjadi penyakit yang sangat rentan terhadap ayam, baik ayam bibit, maupun ayam komersial seperi layer dan broiler, bahkan hingga bisa menyerang ke semua umur ayam. Meskipun CRD menyerang ke semua umur, jenis penyakit ini lebih rentan menyerang unggas dengan umur yang lebih muda dibandingkan dengan unggas yang berumur tua.

Faktor Penyebaran Penyakit CRD

Peternakan ayam yang dihantui CRD ini disebabkan oleh beberapa faktor yang dianggap menjadi faktor penyebaran penyakit CRD. Penyebaran penyakit CRD ini bisa ditularkan melalui udara di sekitar kandang. Kondisi lingkungan kandang yang tidak bersih manajemen perkandangan yang tidak benar akan dengan sangat mudah menimbulkan debu yang terbawa oleh angin yang bisa menyebarkan penyakit CRD. Selain itu, adanya kandungan amonia yang cukup tinggi di dalam kandang juga harus diperhatikan.
Faktor lainnya yang dapat menyebarkan penyakit CRD adalah faktor suhu lingkungan. Terutama di Indonesia yang menjadi salah satu negara dengan kondisi cuaca yang kurang baik dan sering berganti-ganti sehingga dapat menyebabkan kondisi lingkungan pada kandang menjadi tidak stabil.
Penyakit CRD ini dapat ditularkan baik secara vertikal maupun horizontal. Penularan dan penyebaran penyakit ini secara horizontal dapat disebarkan melalui lingkungan ataupun melalui alat perkandangan yang sudah terkontaminasi dengan bakteri penyebab dari CRD terseut. Penularan satu ayam yang sakit ke ayam lainnya yang sehat merupakan penularan CRD secara horizontal. Sedangkan penularan vertikal penyakit CRD ini terjadi ketika penyakit yang ditularkan oleh induk kepada anaknya. Penularan vertikal ini bisa terbawa dari telur yang dihasilkan oleh induk yang membawa penyakit.

Gejala Penyakit CRD

Penyakit CRD ini dapat menunjukkan gejala klinis yang cukup bervariasi, bahkan dari subklinis hingga kesulitan pada penapasan, tergantug dari derajat keparahan infeksi yang diderita. Gejala klinis penyakit CRD ini biasanya diawali oleh keluarnya cairan eksudat bening (catarrhall) dari rongga hdung, unggas yang terinfeksi akan mengalami bersin-bersin hingga batuk. Selain itu, ternak akan terlihat ngorok dan terdapat radang conjunctiva.
Gejala pernafasan ini akan diikuti dengan turunnya nafsu makan yang bisa mengakibatkan penurunan berat badan yang diikuti oleh turunnya produksi telur, akan membuat konversi pakan menjadi naik. Selain itu, beberapa ayam yang sudah terkena infeksi CRD ini juga akan menunjukkan pembengkakan pada daerah muka hewan.
Diolah dari Poultry Indonesia Magazine
Sumber: Google
Keuntungan Ternak Ayam Potong  Target utama bagi para pengusaha saat membuka sebuah peluang usaha baru adalah mendapatkan keuntungan. Saat ini, jenis usaha yang cukup menggiurkan dan memiliki peluang cukup terbuka adalah dari sektor peternakan terutama ternak ayam potong atau yang biasa kita sebut broiler.
Berikut adalah Keuntungan Ternak Ayam Potong yang sudah dirangkum dari berbagai sumber.

Keuntungan Ternak Ayam Potong

Usaha ternak ayam potong kini memang cukup menjamur. Akan tetapi, menurut data yang dihimpun dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan Kementerian Pertanian Republik Indonesia, menyebutkan bahwa peternakan ayam belum merata di Indonesia. Hal ini tentu dapat menjadi sebuah peluang usaha. Nah, berikut adalah keuntungan ternak ayam potong.

Permintaan Pasar Tinggi

Salah satu alasan mengapa jenis bisnis ayam potong ini cukup diminati masyarakat yaitu karena permintaan pasar terhadap ayam potong masih cukup tinggi dan cenderung meningkaat dari tahun ke tahun.
Ayam potong menjadi salah satu jenis ayam yang cukup dikenal dan dicari oleh konsumen secara luas. Permintaan akan daging ayam juga cukup tinggi dan bisa dinikmati oleh beragam kalangan dan menjadikan ayam sebagai menu favorit baik untuk menu utama maupun sebagai menu olahan yang membuat permintaan pasar semakin meningkat.

Target Pasar Luas

Keuntungan dari beternak ayam potong selain karena permintaan pasar yang cukup tinggi juga dikarenakan memiliki pasar yang cukup luas. Hal ini dikarenakan daging ayam potong ini selain dikonsumsi sendiri juga banyak disediakan di menu-menu restauran maupun warung-warung di pinggir jalan.
Peternak ayam potong tidak perlu repot dalam mencari pasar, justru ayam potong banyak dicari oleh konsumen itu sendiri.

Cepat Panen

Seperti yang sudah diketahui, masa panen ayam potong relatif lebih cepat jika ditangani dengan penanganan ternak yang tepat serta intensif. Kebanyakan, ayam potong ini sudah bisa dipanen selama 35 hari dari ayam itu sendiri. Dengan demikian, usaha peternakan ayam ini bisa melakukan pembibitan ayam baru setelah masa panen di kandang selesai.

Adanya Keuntungan dari Kotoran

Keuntungan yang sudah disebutkan menjadi keuntungan pasti bagi para peternak yang memulai mencoba peruntungan pada ayam ternak potong. Keuntungan diatas menjadi keuntungan baku yang akan didapat.
Ayam potong ini dapat dimanfaatkan dagingnya. Tapi siapa sangka, kini kotoran dari ayam pun cukup banyak dicari oleh para petani yang memanfaatkannya menajdi pupuk tanaman. Dengan memanfaatkan hal tersebut, tentu peternak akan memiliki penghasilan tambahan.
Sumber: Google
Kandang Ayam Ludes Terbakar, Ternyata Ini Penyebabnya
Kandang Ayam Ludes Terbakar – Sebuah kandang ayam yang terletak di Dusun Jetak, Desa Kaliagung, Kecamatan Sentolo, pada Sabtu (24-8/2019) siang hari, terbakar akibat korseleting listrik.
Berdasarkan berita yang dihimpun dari Harianjogja.com, kandang ayam milik Haryanto (35 tahun), yang merupakan warga Jetak mengalami kerugian hingga puluhan juta.
Wawancara yang dikutip dari Harianjogja, menyebutkan, bawa kurang dari satu jam kandang ayam yang memiliki luas 81meter persegi yang dilalap si jago merah ini baru bisa dipadamkan oleh pemadam kebakaran yang dibantu oleh warga.
Kebakaran tersebut terjadi sekitar pukul 14.30 WIB. dan langsung direspon oleh tim pemadaman kebakaran pada pukul 14.45 wib.
Penyebab Kandang Ayam Ludes Terbakar
Kandang ayam dengan luas 81 meter persegi ini terbakar akibat korseleting listrik dari kabel lampu. Beruntung, kandang ayam ini tidak membakar seluruh ternak ayam di dalam kandang karena memang pemilik ayam belum lama ini sudah menjual hasil panen ternaknya.
Kebakaran yang terjadi ini mudah menyebar karena kandang ayam ini menggunakan material yang didominasi oleh bambu dan kayu.
Penggunaan material bangunan bambu dan kayu ini memang menjadi salah satu material yang rentan terhadap api dan lebih mudah terbakar.
Sebenarnya, penggunaan material bambu dan kayu ini sudah harus ditinggalkan. Selain karena material ini tidak tahan api, penggunaan material bambu dan kayu untuk bangunan kandang ayam sudah terlalu konvensional. Kekurangan lainnya jika menggunakan material bambu dan kayu yang diaplikasikan pada kandang ayam ini juga mudah lapuk dan tidak tahan lama.
Sumber: Google